Wednesday, September 3, 2014

365 Days (and nights) of An Amazing Journey

Late post sebenernya. It's been 365 (+2) days and nights being a wife. Alhamdulillah.
Since the very first time we agreed to take this 'amazing journey' together, we knew it wouldn't always be easy.
Apalagi mengingat kami melalui proses sangat cepat dari perkenalan sampai memutuskan untuk menikah. Yang kenal ataupun pacaran bertahun-tahun saja masih bisa bertengkar hebat saat menjalani pernikahan, bagaimana kami? Tapi, yang sudah kenal ataupun pacaran bertahun-tahun pun belum tentu bisa sampai di jenjang pernikahan. Kami bersyukur tak perlu waktu lama untuk sama-sama yakin untuk berani melangkah ke pernikahan.
Satu tahun menjadi pasangan hidup Mas Al, rasanya seru. Serasa pacaran. Bedanya, boleh meluk-meluk manja ga pake dosa. Hahahaha.

It's a surprise to have these flowers. He never gave me any flowers before. :D

Dalam 365 hari, hidup kami banyak berubah. Kami mengalami banyak sekali evolusi. Dan itu seru. Memulai 2 bulan pertama berumah tangga dengan menumpang di rumah ortu, kemudian pindah ke kontrakan kecil di Jakarta, Mas Al pindah kerja ke tempat yang Insya Allah lebih baik, beli perabotan rumah-rumahan, sampai akhirnya Alhamdulillah saya hamil setelah kurang lebih 5 bulan pernikahan, dan banyak lagi berkah lainnya.
I'm so grateful to Allah for giving me all these blessed things. Mas Al bukan suami yang sempurna. Saya pun jauh dari sosok istri sempurna. Tapi kami sangat bersyukur bisa memiliki satu sama lain. Bersyukur Allah akhirnya mempertemukan kami berdua.
Marriage is a lifetime journey. Semoga kami selalu dilindungi dan diberkahi Allah. Semoga Allah memberikan kami izin untuk melampaui banyak tahun berikutnya, bersama-sama, tetap setia dan saling menjaga. Aamiin.

Friday, June 20, 2014

Cerita Hamil : NGIDAM!

Ada yang bilang, kalau orang hamil punya kepengen itu harus diikutin karena kalau gak anaknya nanti ileran. Amit-amit.. Ada juga yang berpendapat lain bahwa ngidam tuh sebenernya sugesti saja. Whatever they said, ngidam waktu hamil itu buat aku hampir mirip-mirip ngidam kalau jelang haid. Rujak, asinan, dan makanan pedas memang selalu tampak semakin menggiurkan. Bedanya, waktu hamil emang jadi agak-agak mikirin gitu.. Hahaha. Alhamdulillah menurut suami sih, ngidamku sejauh ini masih 'tahap wajar'. Dia ga perlu banting tulang atau hutang-hutang demi beli mobil, misalnya. Hahaha. *ya yang ngidam pun harus tau diri yey! :D
Berikut 'rangkuman' ngidam saya selama 5 bulan lebih kehamilan ini:

  • RUJAK & ASINAN
Ini mah ngidam ter-standar, ya? Hehe. Tapi semenjak sakit typhus, aku ga berani lagi beli rujak atau asinan sembarangan.. I'd prefer to make it at home. Lebih terjamin kebersihannya. :)
  • BUBUR AYAM
Semenjak hamil intensitas mengkonsumsi bubur ayam lumayan meningkat. Padahal sebelum hamil aku kurang suka bubur ayam. Berasa orang sakit kalau makan bubur. Hehe.
  • NASI BERKAT
Ini ngidam 'aneh' pertamaku kayanya. Bener-bener pengen nasi berkat dari pengajian gitu. Hahaha. Alhamdulillah ada tetangga yang menggelar pengajian 4 bulanan, trus mama pun pulang membawa berkat idaman! :D
  • NYANYI ALA KARAOKE
Eh, jangan kira aku punya suara seindah milik Fatin, ya! Namanya juga orang ngidam. Ga peduli suara mirip 'kontestan calon dieliminasi', aku tetep pengen nyanyi. Hahaha. Tapi suami bilang, "Nyanyi di rumah aaja ya, sayang.. Jangan nyanyi di undangan.. Kalo kamu nyanyi di acara undangan, aku mah pulang." Muhahahaha. Asli bakal ngusir tamu-tamu undangan kayanya ini suara.
  • HEADPHONE
Aku pengen banget bisa denger musik pakai headphone yang mirip bantal empuk itu! Dan harus warna pink! Hahaha.
  • KUE CUCUR
Ini semua karena program food travel di salah satu stasiun tv yang aku tonton tadi pagi. Presenternya makan kue cucur lahap banget.. Untung di dekat rumah mama ada yang jual.. Tinggal minta tolong mama beliin, deh! Muhehehe.

Dari semua daftar ngidam aku itu, nyanyi dan headphone yang belum kesampaian. Eh, kue cucur juga belum. Tapi lebih gampang dibanding dua item tadi. Huhuhu.

Tuesday, June 10, 2014

Cerita Hamil : Banyak Makan, Typhus Datang

5 months of happiness
Nafsu makanku bertambah semenjak hamil pertama ini. Mungkin bisa 3-4 kali lipat. Apalagi di awal-awal kehamilan. Julukan 'mama dino' pun melekat padaku. Hahaha.
Alhamdulillah memang, selain nafsu makanku yang sangat baik, ngidamku pun tak sampai (maaf) muntah-muntah. Hanya saja ternyata nafsu makan yang layaknya mama dino itu justru menjadi salah satu penyebab aku terserang gejala typhus saat kehamilanku memasuki usia 11 minggu. Makanan yang (mungkin) kurang bersih adalah penyebab utamanya. Jadi, meski sudah 'cuti' dari pekerjaan-pekerjaan berat tubuhku tetap menyerah pada typhus. Selain gejala typhus, aku juga terserang infeksi saluran pernafasan karena pulang pergi diantar suami naik motor tanpa jaket atau masker. Aku pun harus rela bermalam di rumah sakit 5 hari lamanya, setelah satu minggu bertahan istirahat di rumah karena takut jarum infus. :D
Perut sudah mulai kelihataaan! Yeyey!
Berhubung hamil, obat-obatan yang diberikan tak bisa sembarang. Termasuk untuk infeksi pernafasan, yang akhirnya diobati dengan terapi uap 3 kali sehari selama 5 hari. Pemulihan pun jadi lebih lama. Btw, demamku turun justru setelah minum Vermint, obat dari ekstrak cacing. Gampang dibeli di apotek-apotek dan yang pasti aman untuk ibu hamil. *tips* :D
Berat badan yang sudah naik 4kg jadi terpangkas sebanyak 3kg karena sakit. Gimana ga turun, makanan orang sakit typhus ga ada yang enak! :(
Alhamdulillah dede bayi berat badannya tetap naik meski bundanya jadi makin kurus. SpOg-ku pun menyuruhku menaikkan berat badan lagi. Semangat 45! Mama dino harus kembali! Hahaha. Dengan catatan, semua makanan harus diperhatikan kebersihannya.
Kapok dengan kebiasaan jajan sembarangan, aku jadi ekstra hati-hati pada semua makanan yang masuk ke mulutku. Ada dede bayi, ga boleh sakit lagi! No more rujak dan jajanan pinggir jalan lagi, deh. Demi anak kesayangan. Kalau mau rujak atau asinan, aku buat sendiri atau lebih enak lagi minta tolong mama membuatnya. Muhehehe. Rajin minum susu, makan buah yang dicuci dengan air matang dan kupas kulitnya, hindari MSG sebisa mungkin, banyak asupan sayur dan ikan, juga cemilan-cemilan yang sehat menjadi tips pribadi untuk kehamilanku. Oya, karena sudah memasuki usia 5 bulan kehamilan, aku mulai minum air kelapa hijau. Tapi jangan sering-sering, ya. Kecuali kehamilannya sudah masuk usia 7-9 bulan. Air kelapa hijau itu bagus untuk membersihkan bakteri, virus, dan kotoran lain dalam rahim.. Jadi baik juga untuk dede bayi.. Itu aku dapat dari 'resep' ibu-ibu hamil, website dan blog-blog kesehatan dan kehamilan..
Semoga aku dan dede bayi sehat walafiat selalu.. Aamiin.. :)

Thursday, June 5, 2014

5 Months of Happiness





You are my sunshine..
My only sunshine..
You make me happy..
When skies are gray..
You'll never know, Dear..
How much I love you..
Please don't take my sunshine away..

-You Are My Sunshine by Elizabeth Mitchell-



Tuesday, January 21, 2014

Memasak Itu Sederhana. Really?

First post in 2014! Akhirnya posting lagi di sini setelah hybernate untuk beberapa saat. Haha.
Jadi, since last November we moved to Jakarta. Ngontrak. Yeeey! Seneng karena kami bisa belajar mandiri. Sedih karena harus pisah sama mama dan mesin cuci, juga masakan mama. Hahaha.
Mesin cuci bukan hal sepele, Pemirsa. Mencuci dengan tangan itu olahraga sekali! *sukurin*
Nah, soal memasak ini another story. Awalnya aku pikir untuk membeli makanan siap saji saja, toh kami cuma berdua. Tapi ternyata bosan juga ya harus mikir, "Mau makan apa nanti?"
Mulailah aku belajar memasak sendiri. Menu masakan pertamaku adalah orek tempe dan sayur kangkung. Hasilnya? Hmm.. Orek tempe yang harusnya jadi menu paling mudah dimasak berubah jadi batu mangkok karena hangus. Kebanyakan kecap kurang minyak, gosong! Ahahahaha. Beruntung masih ada sayur kangkung yang rasanya biasa aja tapi masih layak dimakan manusia. Aku jadi trauma sama orek tempe. Muhehehe.
Tapi belajar itu kan proses yang tak berhenti, ya. Nanya resep sama mama sampai googling berbagai resep sederhana adalah beberapa upaya demi bisa masak makanan manusia. Hahaha. Lama kelamaan, masakan-masakan yang aku buat sebagai uji coba pun semakin layak makan. Senang bukan main kalau lihat suami sampai nambah makannya karena masakan yang aku buat rasanya enak. Well, bahagia itu sederhana. Hahaha.
Buat yang sebelumnya hobi dan bisa, memasak mungkin bukan cerita istimewa. Tapi lain cerita buatku, ya. Hehe. Memasak itu sederhana, proses belajarnya yang istimewa. :)


This is it! Makanan manusia! :D

Friday, November 1, 2013

Do I Pregnant?

Assalamualaikum!

Today is our 2 months wedding anniversary! *potong tumpeng* Hahaha.
Ada apa saja selama dua bulan ini? Apa saja yang sudah kami lalui? Hmm.. Banyak. "Ini masih di pantai," kalau kata Mama. Yes, 'pantai' sebagai analogi riak-riak rumah tangga yang kami lalui sejak resmi berstatus suami-istri. Trus gimana ombaknya?? Ah, ga mau bayangin dulu. Stress. Hehehe.
Ngomong-ngomong soal stress, these few days saya sering banget ngerasa stress, sedih, galau, dilema, labil. Hahaha. Dan penyebabnya cuma hal-hal yang kalau dipikir secara logika adalah hal sepele. Misalnya, lihat harga rumah yang selangit terus nengok struk gaji yang Alhamdulillah-ga-perlu-ikut-demo-buruh. Muhehe. Saya sampai berkali-kali istighfar karena merasa kufur nikmat. Masih bagus bisa punya gaji cukup, yang belum punya rumah tuh bukan saya dan suami saja! Itu logikanya. Tapi kalau mood lagi drop, ga mempan itu logika. Air mata pun reumbay (mengalir deras). Hahaha.
Agak bingung juga sebenarnya sama perubahan mood akhir-akhir ini yang cenderung sering sedih. Saya pun gampang sakit. Singkat cerita, saya pun browsing tanda-tanda kehamilan. Kan katanya perempuan hamil tuh sering gampang sedih, ya? Akhirnya saya menemukan '17 Tanda Kehamilan' dari situs www.parenting.co.id :

  1. Payudara Bengkak (saya: checked. Saya masih berpikir ini gejala PMS seperti biasanya.)
  2. Sering Lelah (saya: checked. Mungkin ini karena jarak rumah-kantor yang cukup jauh.)
  3. Mual (saya: checked. Masuk angin barangkali.)
  4. Sering Buang Air Kecil (saya: checked. Nah, ini yang aneh. Saya jadi gampang beser. Sehabis mandi bisa 2 atau 3 kali ingin pipis lagi.)
  5. Sakit Kepala (saya: checked. Saya punya migraine dan akhir-akhir ini gampang kambuh.)
  6. Sakit Punggung
  7. Perut Kram
  8. Ngidam atau Menolak Makanan Tertentu (saya: checked)
  9. Sembelit dan Kembung
  10. Perubahan Mood (saya: checked)
  11. Peningkatan Suhu Tubuh
  12. Sensitif Pada Bau
  13. Pusing dan Pingsan (saya: checked. Terakhir sampai sesak nafas, meski tanpa pingsan. Padahal saya belum pernah sesak nafas seperti itu sebelumnya.)
  14. Vlek
  15. Gejala PMS (saya: checked)
  16. Positif Tes Kehamilan
  17. Ada Janin yang Berkembang Dalam Rahim
Ada 9 gejala di antaranya saya alami. Do I pregnant? I don't know yet. Mungkin sekitar satu minggu lagi belum haid baru saya beli test pack, yaa. :)

XOXO
Cintya

Thursday, September 26, 2013

Here They Are: My Handmade Seserahan!

 Assalamualaikum!
TGIF! Akhirnya Jumat tibaaa... Senangnya ya kalau sudah hari Jumat. Hihi.
Well, meski kerjaan akan datang bertubi-tubi *halah* di hari jelang weekend ini, let's celebrate this happy Friday! Aku mau posting beberapa foto hasil karyaku untuk pernikahan kami kemarin. Yes, berhubung suka banget crafting, berbekal blogging dan googling sana sini, I made them by myself dan dibantu Teh Shita untuk seserahan simbolis. Muhehehe.
Setelah mahar uang, kini giliran 'rombongan seserahan' yang mejeng di blog. Wohooo! Here they are!

Make Up + Baju Tidur
Di mana bajunya? See the barbie! Aku sulap piyamaku jadi baju barbie.  Haha

Bag + Shoes
Ceritanya mau bikin ala harta karun. I put my handmade necklaces, some of my craft things, and also a 'blink2 materials' there.

Underwears + Towel
Kura-kura, cumi-cumi, ikan dan bebek. So, underwears aku sulap jadi binatang air semua ya... :D

Mukena + Sajadah
Nah, yang ini kreasi spesial dari Teh Shita. Baik banget bantuin hiasin mukena ini jadi masjid.
Aku kecapean dan dia datang dengan bantuan! Haha. Thank you, Teh! :*
As I said, hasilnya mungkin ga sebagus pengrajin mahar dan seserahan yang profesional, tapi aku senang dan  cukup puas lihat hasil karya sendiri. Hihi.

Review Hasil Make Up Teh Elis

Hasil make up prosesi akad-resepsi kemarin benar-benar amazing kece badai! Hahaha. I'm looked different. Hatur nuhun pisan untuk Teh Elis yang canggih bisa bikin aku kaya princess. So, it's me, yang kucel jadi kecheee! :D

Akad









Handsome Guy :D

Do we look happy? Yes, indeed! :)

Bapak-Mama



Pagar Ayu nan cantiks

With Helen & Riri

Ada banyaaak foto lainnya. Once more, thank you soooo muchhhhh Teh Elis! *pelukkks*

Monday, September 23, 2013

Mahar Karyaku!

Assalamualaikum!

Gimana hari Senin ini? Macet? Mager a.k.a malas gerak? Atau lagi asik kerja? Aku ada di opsi pertama dan kedua. Haha. Lagi translate sinopsis film kemudian ngantuk akut. Buka-buka blog dan posting sepertinya cukup ampuh untuk membubarkan kejenuhan. 
Kali ini mau posting sedikit tentang mahar pernikahanku kemarin. Selain cincin, ada uang senilai Rp. 192.013,- sebagai mahar. Setelah pencarian Rp. 13, maka giliran putar otak mau diapain itu uang. Akhirnya aku putuskan untuk menukar Rp. 192.000,- dengan koin Rp. 1.000,- hasil celenganku selama ini. Koleksi yang memang aku rencanakan akan kupakai saat aku menikah (entah untuk apa :D).
Sampai hari Jumat jelang pernikahan, tumpukan koin masih belum kubuat apapun. Bingung! Hahaha.
Akhirnya kuputuskan membeli frame berukuran cukup besar. Setelah semalaman utak atik ratusan koin, tidur jam 3 pagi, maka jadilah frame mahar ini! Alhamdulillah! Senangnya menghias mahar sendiri. Meski tak sebagus hasil pengrajin mahar, ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri setiap melihat mahar kami yang kini terpampang di dinding kamar. :)

Mahar Rp. 192.013,- created by me! Tadaaaa! :D
Hati-hati pegang maharnya :D

Thursday, September 19, 2013

20 Days Be A Wife

Assalamualaikum!

Ini hari ke-20 aku jadi istri. Muhehe. What I feel? Happy lah! Alhamdulillah...
Belum sempet posting tentang nikahan kemarin, masih aja sibuk sama kerjaan kantor dan sekarang kerjaan rumah, Hahaha.
Btw soal kerjaan rumah, to be honest aku dan suami sama-sama harus banyak adaptasi, nih. Aku yang biasanya bangun pagi-pagi masih bisa leha-leha di kasur, sarapan disiapin mama, cucian kotor pakai mesin cuci trus tahu-tahu rapi di lemari, sekarang harus ekstraaaa belajar!! Wahahahaha.
Cucian kotor dan tumpukan setrikaan adalah salah satu hal yang membuat aku agak kewalahan awalnya. Emang sih, suami aku bukan orang yang rewel soal kerjaan rumah, baju-baju, dll. Tapi tetep ajaaa, sebagai istri aku ngerasa kurang kece kalau ga bisa ngurus rumah! Udah ga bisa masak, masa ngurus rumah pun berantakan? :(
Alhasil, di awal-awal hari kerja plus jadi istri, aku nyuci baju pas pulang kerja, jemur tengah malem, terus nyicil setrika di akhir minggu. Ulala sekali...
Capek? Bohong banget kalo bilang ga capek. Tapi semua hal baik yang dilakukan istri untuk suami dan keluarga itu ibadah, kan? Inget-inget aja itu, jadi ngerasa seneng meskipun capek.
Tapi kemudian ada ide dari mama supaya aku menyerahkan urusan cucian ke laundry milik tetangga yang harganya murah meriah dan hasilnya cling. Briliant! Suami juga setuju. Sip, cucian pun berangkat ke laundry. Yuhuuuu!
Terus apa kerjaan aku jadi istri? Well, selain tetep ngantor mondar mandir Cileungsi-Kuningan diantar suami tercinta yang baik hati, pekerjaan rumahku memang belum terlalu banyak. 20 days is not a proper time to talk about how the real marriage life is, I guess. Kami masih menikmati masa-masa 'pacaran'. Hehe.
Sekian laporan dari 3 minggu pernikahan kami, Pemirsa. Nantikan update selanjutnya, yaaa!

P.S : Let's take a sneak peek to our wedding gallery, here!

Wednesday, September 4, 2013

Late Post

Assalamualaikum!

Jelang menikah minggu lalu, aku masih saja sibuk dengan tumpukan deadline pekerjaan kantor. I took my marriage leave since Friday, but I still did many office things at home 'til Friday night. Sampai managerku kirim pesan,"Cintya, besok kamu ga usah buka e-mail. Biar aku yang handle semuanya." Hahaha. Alhamdulillah punya bos baik banget.
Oya, kalau pengantin lain ada acara pingitan, ga ketemu selama beberapa hari jelang pernikahan, ga keluar rumah jauh-jauh jelang menikah, we didn't do that. Because many things we've to do by ourselves. Insya Allah everythings gonna be ok. Hehehe.
Berhubung late post, I decide to make a wedding gallery here, in our blog. Let the pictures and video tell our marriage story.. Yang berkenan mampir, bisa buka 'Wedding Gallery'.

Thank you..
Al & Tya

Thursday, August 15, 2013

Rp. 13,-

Halo, para bride-to-be!

Beberapa hari belakangan aku terkena pre-marriage syndrome. *halah* Bawaannya jadi gampang sedih, galau, ngambek, random lah pokoknya. Dan benar ya kata mereka yang sudah menikah, ada saja cobaan jelang pernikahan. Aku menyebutnya 'try out'. Hahaha.
Salah satu hal yang bikin aku galau adalah uang mahar. Dari jumlah uang mahar yang kami sepakati, kami butuh Rp. 13 sebagai simbol tahun pernikahan. Aku pikir gampang saja, karena di depan Masjid Agung Dewi Sartika Bogor berjejer tukang uang kuno. Di Surya Kencana pun ada. Eh, ternyata stok Rp. 13 sedang kosong karena banyak calon mempelai yang mengincarnya! (kamu termasuk di antara mereka kah? :D). Namanya juga try out, yaaa. :D
Waktu pernikahan makin dekat, banyak keperluan lain yang harus kami persiapkan. Tapi gimana nasib mahar kami tanpa Rp. 13? Akhirnya, aku iseng googling. Yes, when you get lost, ask Google! Semua ada di Google kecuali siapa jodohmu. :D
Singkat cerita, aku menemukan website Uang Lama. Ada beberapa paket hemat Rp. 13 tersedia di sana. Harganya? Jauh di bawah harga uang kuno yang ditawarkan online shop lainnya (aku sudah me-review beberapa olshop sebelum memutuskan membeli di Uang  Lama). Jujur saking murah dan banyak pilihan paketnya, aku jadi galau pilih paket yang mana. Hahaha. *selftoyor* Akhirnya aku mengambil paket yang terdiri dari 2 keping Rp. 5, dan 3 keping Rp. 1.
Nah, hari ini uang pesananku tiba dengan selamat. Dikemas rapi, uangnya pun masih bagus. Pelayanan mereka cepat dan terpercaya. Memuaskan dan recommended pokoknya. Alhamdulillah, Rp. 13 yang langka ini sudah ada di tangan... Doakan persiapan pernikahan kami lancar semuanya, ya... Semoga kalian yang sedang mempersiapkan pernikahan pun diberi kelancaran. Aamiin.. ^^

The Most Wanted Money : Rp. 13,- ! :D

Monday, August 5, 2013

Menghias Seserahan

Assalamualaikum, Bride-to-be seduniaaa!

Yaampun, lama sekali aku ga update di sini, ya.. Lagi agak kena pre-marriage syndrome. Hahaha.
Eh, aku udah mulai menghias seserahan. I decide to make it by myself. Ada teman mama yang menawarkan bantuan untuk menghias seserahan/ hantaran sebenarnya. Tapi kayanya lucu kalau aku saja yang menghias seserahannya sendiri.
Anyway, menghias seserahan biayanya lumayan ternyata kalau kita pakai jasa orang lain. Bisa sampai Rp. 100.000 /kotak hantaran. Aih, bisa dapat printilan lain itu sih! Hahaha. Jadi kepikir buat usaha menghias seserahan, nih. Lumayan buat menyalurkan hobi crafting. Siapa tau ada yang minat, kan. Harga perkenalan, lah.. Hahaha.

Sneak Peek! : Seserahan Make Up

Monday, July 1, 2013

Engagement Day













Professional make up by Chitra Ayu
Professional hijab style by Dea Hanifah
They both are very recommended team! Big thank you! :* :*

-Alief & Cintya-

Thursday, June 20, 2013

Daftar Nikah Ke KUA

Kelupaan posting tentang one of the most important thing of this wedding process: daftar nikah ke KUA! Haha.
Jadi, kami sudah mendaftarkan tanggal pernikahan kami di KUA Cileungsi. Ga pake jasa amil atau perantara gitu karena lumayan mahal. Hemat, chyiin! Muhehehe. Etapi tetep aja sih mahal. Totally we spent about 500k. Well, konon masing-masing KUA punya 'tarif' berbeda untuk yang mau nikah di rumah.
Buat yang masih bingung mau urus sendiri kaya gimana prosesnya, here the steps:

  1. Pihak calon mempelai laki-laki mengurus surat numpang nikah di KUA terdekat di tempat tinggalnya; Kalau dari cerita Mas Al, pertama dia urus surat pengantar dari RT/ RW. Dari RT/ RW, berangkatlah ke kelurahan. Nah, nanti di kelurahan dapat surat pernyataan masih lajang dan harus ditanda tangani 3 orang saksi (pihak keluarga). Kembalikan lagi suratnya ke kelurahan untuk ditanda tangani Kepala Desa. Selesai, berikan ke pihak mempelai perempuan untuk diurus ke KUA tempat mendaftarkan pernikahan.
  2. Pihak calon mempelai perempuan mengurus surat pengantar dari RT/ RW;
  3. Siapkan pas foto warna kedua calon mempelai, ukuran 2x3 cm, 3x4 cm dan 4x6 cm; Lupa jumlahnya berapa. Hehe. Nah, adegan cetak foto ini lumayan bikin Mas Al dan keluargaku geregetan karena aku maunya poseku bagus. Sementara pas foto yang kupunya terlalu kaku. Alhasil, adikku dan Mas Al mengedit salah satu foto dari ponselku. Muhahaha.
  4. Fotokopi KTP kedua calon mempelai;
  5. Fotokopi Kartu Keluarga kedua calon mempelai;
  6. Fotokopi Ijazah terakhir kedua calon mempelai;
  7. Surat pernyataan suntik TT1;
  8. Bawa surat pengantar RT/ RW ke kelurahan; Sekalian bawa berkas-berkas lainnya siapa tahu dibutuhkan. Dari kelurahan dapat surat pernyataan orang tua/ wali nikah yang harus ditanda tangan oleh ayah/ wali nikah pihak mempelai perempuan. Kembalikan lagi suratnya ke kelurahan kalau sudah ditanda tangan untuk mendapat surat pengantar ke KUA.
  9. Daftarkan tanggal pernikahan di KUA; Serahkan semua berkas yang diperlukan. Pastikan tanggal dan waktu pernikahan sudah fix dan tersedia. Tersedia? Iya, karena bisa jadi di tanggal dan jam yang kita rencanakan ternyata sudah full booked. Jadi perlu ganti waktu. Oya, bilang juga bahwa kita akan menikah di rumah/ selain KUA. Karena biayanya beda. Hihi. Biaya pernikahan langsung di KUA jauh lebih murah, hanya 35k.
  10. Catat tanggal Penataran Pra-nikah; Penataran Pra-Nikah harus diikuti. Selain untuk mendapatkan pelajaran teori tentang pernikahan, sertifikatnya pun kita perlukan agar surat-surat bukti nikah kita dikeluarkan KUA.
Begitulah prosesnya, pemirsa. Hehehe. Oya, untuk suntik TT1 (Tetanus Toksoid 1) kegunaannya adalah untuk kekebalan tubuh ibu agar tidak tertular virus apalagi jelang kehamilan. Some women don't do it, termasuk aku. Masih ragu-ragu soalnya. Ada yang bilang efeknya jadi semacam tertundanya kehamilan. Beberapa KUA pun tidak meminta bukti imunisasi ini, termasuk KUA tempat tinggalku. Hehe. Anyway kalau ada yang punya info akurat tentang imunisasi TT1 ini, share please.. Hihi.
Sekian info tentang daftar nikah dan printilannya. Selamat urus-urus, yaa! :)

Wednesday, June 19, 2013

Seragam Among Tamu

Assalamualaikum..

Halo para bride-to-be!
Sabtu lalu aku dan mama pergi ke Tanah Abang. Ditemani tante Anis, teman mama. Rencananya kami akan membeli seragam untuk para bapak-bapak among tamu. Nah, yang ibu-ibu aku belikan kerudung senada dengan seragam yang akan mereka pakai nanti.
Tanah Abang di hari Sabtu penuhnya wow sekali, ya! Ditambah lagi jelang Ramadhan. Subhanallah banget deh harus desak-desakkan begitu. Demi seragam, chyiiin! :D
Setelah keliling-keliling pusing, kami pun sampai di satu toko yang menjual cukup banyak koleksi batik. Harganya pun murah. Sebenarnya banyak toko yang menjual batik, hanya saja kami tidak menemukan warna dan motif yang 'klik'. Atau ada juga yang motif dan warnanya bagus, harganya oke, tapi barangnya tidak banyak. :(
Sekedar saran, sebelum berbelanja seragam batik ini sebaiknya kita survey dulu ukuran baju yang biasa dipakai oleh orang-orang bersangkutan. Kemarin mama dan aku hanya mengira-ngira saja, ternyata beberapa baju ukurannya tidak sesuai dengan para bapak. Untungnya sebelum membeli kemarin, mas pemilik toko bersedia jika kami menukar barangnya kalau-kalau ukurannya tidak sesuai.
Selain batik seragam, aku akhirnya membeli beberapa keperluan seserahan yang belum ada. Lumayan murah kalau bisa menawar dan memilih barang. Masih tetap ada beberapa item yang belum terbeli, salah satunya sepatu. Ah, item yang satu ini paling sulit karena ukuran kakiku sangat kecil. Seems I have to order the handmade one. Hahaha.
Oya, semua barang yang kubeli ada di Blok A Tanah Abang. Kecuali kerudung, aku membelinya di Pasar Tasik (dekat blok F). Harganya murah meriah, barangnya pun oke. Lumayan untuk saving cost. Hihi.
Selamat berbelanja! ^^

Tuesday, May 28, 2013

Bunga Pengantin Wedding Organizer

Assalamualaikum, Brides-to-be all the world! 

Alhamdulillah Sabtu kemarin, 25 Mei 2013, kami akhirnya down payment untuk rias pengantin dan dekorasi. Yeaaay!
Setelah pusing, dilema dan galau memilih vendor mana yang cocok dengan kondisi kantong (haha), akhirnya kami pun Insya Allah berjodoh dengan Bunga Pengantin Wedding Organizer. Kebetulan pemiliknya, Teh Elis, satu almamater SMP denganku dan mama. 'Nemu' Bunga Pengantin pun ya dari grup Facebook SMP. Hihi.
Tapi memutuskan untuk menggunakan jasa Bunga Pengantin bukan berdasarkan itu saja tentunya. Pertimbangan hasil riasan, koleksi baju, juga biaya (ini paling penting! Haha) menjadi tolak ukurnya. Halah bahasanya. Hehehe.
Minggu sebelum kami melakukan down payment, Teh Elis menyempatkan diri berkunjung ke rumahku dan gedung serba guna untuk survey tempat sekaligus mengukur dekorasi seperti apa yang akan kami perlukan. Enaknya pakai jasa Bunga Pengantin, kita ga akan 'ditembak' dengan harga paket yang selangit. Teh Elis biasanya menanyakan dulu budget yang dianggarkan oleh pihak mempelai. Nah, beliau yang akan mengestimasi fasilitas apa saja yang bisa diberikan dengan dana yang kita miliki. Tenang, fasilitasnya tetap baik meski budget terbatas. :)

Oya, ini list fasilitas yang kami dapat:
  • Pelaminan + dekorasi (air mancur & bunga segar)
  • Tenda + lampu hias
  • Pergola sambut tamu
  • Perlengkapan prasmanan (meja, pemanas masakan, piring, sendok, garpu)
  • Gubuk pondokan
  • Rias pengantin
  • Baju pengantin 3 pasang (akad & resepsi)
  • Baju + rias orang tua
  • Baju + rias 4 orang adik
  • Baju + rias 4 orang penerima tamu
  • Baju 6 orang among tamu.
  • Foto + video shooting
  • Upacara adat sederhana

Wednesday, May 22, 2013

Wedding Playlist

Di sela sibuk dan 'lucu'-nya wedding preparation, I think this is the refreshment part during the preparation: make a wedding playlist. :D
Btw, wedding playlist ini bisa jadi alternatif untuk efisiensi biaya organ tunggal, lho. Muhehehe.

Here are some songs I consider to put in our wedding playlist:
  1. From This Moment - Shania Twain ft. Bryan White
  2. Marry You - Bruno Mars
  3. Marry You - Glee Cast 
  4. Hey, Soul Sister! - Train
  5. Marry Me - Train
  6. Grow Old With You - Adam Sandler
  7. I Wanna Grow Old With You - Westlife
  8. Janji Suci - Yovie Nuno
  9. Menikahimu - Kahitna
  10. Tak Sebebas Merpati - Kahitna
  11. The Woman I Love - Jason Mraz
  12. Tempat Terakhir - Padi
  13. Love Story - Taylor Swift
  14. Mine - Taylor Swift
  15. Fearless - Taylor Swift
  16. Today Was A Fairy Tale - Taylor Swift
  17. A Thousand Year - Christina Perri
  18. Nothing's Gonna Change My Love For You - Westlife
  19. Marry Your Daughter - Brian McKnight
  20. Perfect Two - Auburn
  21. How Do I Live Without You - LeAnn Rhimes
  22. Two Is Better Than One - Boys Like Girls ft. Taylor Swift
  23. Kisah Romantis - Glenn
  24. Sebelum Selamanya - Sherina
  25. Pilihanku - Maliq & The Essentials
  26. A Whole New World
  27. Saat Aku Lanjut Usia - Sheila On 7
Actually I'm thinking to put some traditional Sundanese songs also. Tapi menyusul di posting berikutnya aja, deh! :)
Kalau ada yang mau sumbang saran wedding songs yang cantik dan lagu tradisional Sunda khas kawinan gitu, I'll be thankful! Apalagi sekalian sama download link-nya. Hahaha. *ngelunjak*

Kiss hug for all bride to be out there! <3

Wedding Invitation Card

Dari sekian banyak percetakan yang menjamur di Bogor dan sekitarnya, pilihan kami jatuh kepada Wajah Baru Production. Sebenarnya kalau aku lihat sih, Wajah Baru Production semacam one stop event organizer. Soalnya mereka bergerak di bidang desain grafis, percetakan, advertising, event organizer, dan video-photography. Komplit, kan? Recommended pokoknya!
Alhamdulillah desain undangan sudah kami dapat. Draft undangan pun sudah jadi. Tinggal edit some little things dan cetak deh! Pertama kali Mas Al kirimin draft undangan kami ke e-mailku, rasanya deg-degan begitu lihat nama kami sebagai kedua mempelai di kartu undangan. Hahaha.
Berhubung undangannya belum naik cetak dan masih proses editing, harap sabar menantikan fotonya. Hihi.

Monday, May 6, 2013

Berburu Seserahan Part 1

Sebenarnya aku masih agak bingung, isi seserahan apa saja seharusnya. Hasil browsing sana sini, seserahan itu kan sebenarnya simbolis tanggung jawab pihak laki-laki kepada pihak perempuan, ya. Nah, isinya sendiri adalah apa saja yang dibutuhkan mempelai perempuan. Akhirnya, aku pikir-pikir, inilah yang akan kami beli untuk seserahan:
  1. Perlengkapan make up;
  2. Mukena;
  3. Sepatu;
  4. Tas;
  5. Buah;
  6. Kue.
Minggu kemarin kami memulai 'perburuan' di Bogor. Dasar cewek, udah keliling Bogor seharian, ga cukup loh buat sekedar beli semua perlengkapan make up! *selftalk* :D
Niat awal pakai paket Wardah, tapi sepertinya mbak-mbak SPG Maybelline punya jurus jitu menggoda customer, sehingga aku pun luluh untuk membawa pulang BB Stick plus Watershine Lipstick. :))

Masih kurang beberapa items! -_-'
Mas Al ajak aku sekalian cari tas dan sepatu. Kami pun mengunjungi beberapa toko tas besar di Tajur. Hasilnya? Ga ada yang bikin aku naksir. Hahahaha.
Alhamdulillah Mas Al sabar sekali sama kelakuan calon istrinya ini. *muji-muji biar ga diomelin*

Sudah, itu dulu. Nanti aku update lagi, yaaa!

Salam kece untuk calon pengantin sedunia!